Hal yang bukan menjadi rahasia umum
dijaman sekarang di Era saya Remaja tahun 1997 masa SMP Kelas 3... Pacaran
menjadi hal yang sepertinya menjadi keharusan, tak punya pacar malu sama
teman-teman yang jika hari senin cerita soal pertemuan dengan pacarnya waktu
malam minggu/saat libur sekolah,.. Tuhan,..akupun masuk dalam korban
tersebut... Rasa suka ke lawan jenis akupun mengalaminya,.. cuman yach masih
wajar sekedar suka memandangnya, membayangkannya bisa berdua dengannya, rasa
itu muncul dan setan mulai menghasut mengajak untuk berdandan untuk menggoda
anak lelaki yang aku suka namun yach sebentar saja rasa itu hilang dengan
adanya sosok yang lain lagi yang lebih dari yang pertama ditaksir...”Cinta
Monyet” kiranya itu yang dibilang orang tua dulu.
Wasapadalah anak-anakku,saudara
perempuanku semua, jangan mau masuk akan godaan setan untuk berpacaran, Miris
denger ada anak SMP kelas 2 sudah menghamili anak gadis temen sekolahnya (tetangga
jauh rumahku) “Astaghfirullah, Allah....”
masa yang seharusnya diisi dengan belajar harus terputus karena harus
menanggungjawab menikahi & menghidupi anak istrinya yach Nikah Muda-
Tahukah kalian akibat dari semua itu? Hukuman dunia berlaku;;;;;;;;; Orangtuamu
harus menanggung malu seumur hidup mereka dan kalianpun sama akan merasakannya
(itulah hukuman nyata didunia, lalu bagaimana di akhirat kelak, siapkah kalian
menanggung Api Neraka?).
Seandaianya setiap orang khususnya kita
sebagai muslim mau membaca & memahami isi Al-Qur’an, sesungguhnya hal
tersebut seharusnya bisa kita cegah dan tangkal dengan menjalankan perintah
Allah seperti pada Ayat AlQur’an berikut ini :
وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
“Dan janganlah kamu mendekati zina;
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang
buruk,” (al-Israa': 32)
Jelas Allah sudah memerintahkan kita
untuk tidak mendekati zina apalagi melakukannya,. Tahukan kalian sesungguhnya
pacaran itu bisa dikategorikan mendekati zina? Sadarkah kalian jika kalian bertemu
perasaan saat berdua’an itu tidak bisa ditahan dan akhirnya kalian saling
berpegangan tangan, berpelukan,berciuman dan Naudzu billah akhirnya kalian
tersesat untuk mengikuti setan mencari tempat yang sepi yang kalian anggap aman
dari penglihatan manusia lain, sedangkan Allah sesungguhnya tidak pernah tidur,
dan mengetahui setiap yang dilakukan cipa’anNya?..Memang seperti itulah setan
menggoda kita tinggal bagaimana kita membendungnya. Secara hati sesungguhnya
jika kalian berpikir tentu terbesit perasaan menyesal sudah mau dipegang-pegang
dan sebagainya, namun apa yang terjadi selanjutnya? Setan tidak akan pernah
berhenti terus akan menghasutmu hingga kamu terperosok, sekali kali
menganggapnya biasa hal itu akan makin sering kau lakukan dan hati kamu akan makin
tertutupi dari kebenaran, kamu takut jika tak mau pacar kamu akan memutuskan
kamu dan kamupun akan terus melayani ajakan pacarmu,,, Laknatlah setan,. Dan
susahlah kamu untuk kembali jika tak benar-benar niat ingin mengakhirinya .
PUTUSKAN saja pacarmu, jika sekali saja dia berani memegang tanganmu, jangan kamu anggap
dia orang baik bisa menjagamu dari gangguan laki-laki lain, itu justru ancaman
terbesarmu... orang yang kamu anggap akan menjagamu bisa saja justru yang
menjerumuskanmu pada kenistaan. Sadarilah sejak dini hapuskan keinginan untuk
memiliki pacar. Lebih baik menjomblo dan melakukan hal positif untuk mengisi hari-harimu
daripada harus menghabiskan waktu dengan orang yang tanpa kau sadari
mengajarkan pada kebatilan dan kekejian. Bertemanlah dengan orang yang bisa
mengajakmu mendekati Allah, mengajakmu untuk beribadah & mengingatkanmu
akan kebaikan. Jauhi teman yang akan mengajakmu pada kebodohan, kebohongan
& kenikmatan sesaat. Jangan takut tidak punya jodoh, Allah sudah
mengaturkan untukmu jodohmu, ditempat yang tidak kamu duga, berdoalah
dipertemukan dengannya ditempat yang baik, karena Insya Allah pertemuan ditempat
yang baik akan berakhir dengan baik dan niatkan untuk ibadah.... Insya Allah
semoga Allah selalu menuntunmu pada kebaikan dan selalu dilindungi-Nya. Aamiin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Blog ini boleh dikomentari