Klinikrambut.com, Malang - Seorang manusia normal pasti memiliki beberapa bagian tubuh yang ditumbuhi oleh rambut, termasuk adanya bulu halus di sekitar organ vital.
Kehadiran rambut kemaluan itu tentu bukan tanpa alasan karena ternyata ada banyak fungsi rambut kemaluan, mulai dari memberikan kehangatan hingga sebagai pelindung organ vital.
Pertumbuhan ramut halus di sekitar daerah sensitif tak jarang membuat seseorang sedikit tidak nyaman, sehingga memutuskan untuk mencukur rambut kemaluan tersebut.
Walaupun praktik mencukur bulu kemaluan telah menjadi hal umum, namun sebagian orang islam kadangkala penasaran hukum mencukur bulu kemaluan menurut islam itu sendiri.
Hukum islam mencukur bulu kemaluan pria dan perempuan sebenarnya telah ada dengan jelas sejak zaman Rasullullah Muhammad SAW dan merupakan suatu hal yang dianjurkan untuk dilakukan.
Hal tersebut dengan jelas disebutkan dalam sebuah hadist, yakni:
الفطرة خمس: الختان، والاستحداد، وقص الشارب، وتقليم الأظفار، ونتف الآباط
“Fitrah ada 5: khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, potong kuku, dan mencabut bulu kemaluan.” (HR. Bukhari 5891 dan Muslim 257).
Lalu, bagaimana cara mencukur rambut kemaluan menurut Islam yang benar? Yuk, simak informasi selengkapnya berikut ini.
Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum melakukan rutinitas mencukur rambut kemaluan adalah memilih waktu yang tepat. Dalam sebuah hadist riwayat Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa'i dikatakan bahwa batas waktu membiarkan rambut kemaluan tumbuh adalah 40 hari. Oleh karena itu, sebaiknya seorang muslim segera mencukur rambut kemaluan sebelum batas 40 hari terlewati.
# Sebisa mungkin, lakukan sendiri
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan dalam mencukur rambut kemaluan adalah sebaiknya rutinitas tersebut dilakukan sendiri tanpa melibatkan pihak manapun. Dalam sebuah hadist riwayat Abu Said Al-Khudri disebutkan:
( لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلَا تَنْظُرُ الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ ) . رواه مسلم ( 338 )
“Orang lelaki tidak diperbolehkan melihat aurat lelaki (lainnya) dan wanita tidak diperbolehkan melihat (aurat) wanita lainnya.” HR. Muslim, 338.
Mencukur rambut kemaluan wanita atau pria memang harus dilakukan sendiri namun terdapat beberapa kondisi yang memperbolehkan orang lain membantu, seperti dalam kondisi sakit atau tak mampu melakukannya karea suatu hal.
Disini, pihak yang paling dianjurkan membantu mencukur rambut kemaluan adalah orang tua maupun suami/isteri.
# Membaca doa
Sebenarnya belum ada doa khusus yang harus dilafalkan untuk cara mencukur rambut kemaluan dengan benar, namun dalam berbagai hadist disebutkan bahwa sebaiknya rutinitas tersebut diawali dengan membaca "basmalah" yang berfungsi sebagai penutup mata jin dan makhluk halus lain yang ingin turut melihat aktivitas mencukur rambut kemaluan.
Mencukur rambut kemaluan secara rutin memiliki dampak positif terhadap diri manusia itu sendiri. Rambut kemaluan yang telah dicukur rapi akan terjaga kebersihannya, sehingga terhindar dari bau tidak sedap maupun potensi tumbuhnya bakteri. Selamat mencoba.
Apakah diperbolehkan teman dekatku mencukur rambut sekitar kemaluan? Saya sangat takut dan tidak nyaman sekali, kalau temanku yang mencukurnya, maka diantara kami ada sumpah agar tidak berbicara sedikitpun apa yang dilihatnya. Sementara saya sangat membutuhkan untuk mencukurnya. Saya malu berbicara dengan ibuku untuk mencukurnya!!
Mencukur rambut sekitar kemaluan termasuk sunnah fitrah. Agama telah menentukan (boleh) dibiarkan selama empat puluh hari. Asalnya setiap orang mencukur sendiri rambut kemaluannya. Kecuali kalau tidak mampu akan hal itu seperti lanjut usia atau sakit. Saudariku, yang anda inginkan itu termasuk perbuatan yang diharamkan. Termasuk sesuatu yang jelek. Wanita muslimah tidak layak melakukan hal itu kecuali dalam kondisi terpaksa. Sementara kondisi dia takut mencukurnya, itu tidak termasuk uzur. Karena masalah ini tidak membutuhkan keberanian. Banyak cara untuk menghilangkannya, sebagian cara itu mudah dan gampang.
Tidak bermanfaat ketika diperbolehkan, (meskipun) teman dekat anda disumpah agar tidak memberitahukan kepada seorangpun terhadap apa yang dilihatnya. Kalau sekiranya ini diperbolehkan karena terpaksa, maka ibunya lebih layak untuk mencukur rambut di sekitar kemaluannya.
Telah ada nash-nash yang shoheh dan jelas yang mengharamkan seorang lelaki melihat aurat lelaki lainnya. Dan wanita melihat (aurat) wanita lainnya. Dan para ulama’ telah bersepakat (ijma’) akan pengharaman hal ini.
Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu’anhu berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Orang lelaki tidak diperbolehkan melihat aurat lelaki (lainnya) dan wanita tidak diperbolehkan melihat (aurat) wanita lainnya.” HR. Muslim, 338.
Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan, “Sementara lelaki dengan lelaki lainnya, maka masing-masing diperbolehkan melihat temannya yang bukan aurat. Hukum wanita dengan wanita seperti hukum lelaki dengan lelaki. “Al-Mugni, (7/80).
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, "Dan ini pembatas wanita dari lelaki, dan pembatas lelaki dari lelaki dan wanita dari wanita khusus terkait dengan aurat. Sebagaimana sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam: “Orang lelaki tidak diperbolehkan melihat aurat lelaki (lainnya) dan wanita tidak diperbolehkan melihat (aurat) wanita lainnya.” Sebagaimana Sabda beliau juga:
“Jagalah aurat anda kecuali dari istri dan (budak) yang engkau miliki. Saya bertanya, “Bagaimana kalau suatu kaum dengan kaum lainnya? Beliau menjawab, “Kalau anda bisa jangan ada seorangpun yang melihatnya. Saya bertanya, “Bagaimana kalau salah satu diantara kita sendirian? beliau menjawab, “Maka Allah lebih berhak untuk anda malu dari-Nya.
“Beliau juga melarang lelaki berkumpul dengan lelaki lainnya dalam satu baju. Dan wanita dengan wanita lainnya dalam satu baju.”
Beliau berkata terkait dengan anak-anak:
“Perintahkan (anak-anak) mereka untuk shalat (ketika) berumur tujuh tahun, dan pukullah ketika (meninggalkan shalat) sementara dia berumur sepuluh tahun. Dan pisahkan diantara mereka ranjangnya.”
Maka dilarang melihat dan menyentuh aurat yang dilihatnya. Karena hal itu termasuk kejelekan dan tabu. Sementara lelaki dengan wanita karena ada syahwat nikah (jima’). Ini adalah dua jenis, sementara dalam shalat termasuk jenis yang ketiga. “Majmu’ Fatawa, (22/113).
Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, “Dan ini termasuk yang tidak ada perbedaan di dalamnya. Begitu juga lelaki (melihat) aurat wanita, dan wanita melihat aurat lelaki termasuk haram secara ijma’ (consensus para ulama’). Dan wanita (melihat) aurat wanita lainnya dengan cara lebih utama. Dikecualikan suami istri, masing-masing (diperbolehkan) melihat aurat pasangannya. ‘Fathul Barie, (9/338, 339).
Kesimpulannya, anda tidak dihalalkan meminta teman dekat anda untuk mencukur rambut di sekitar kemaluan. Dan jangan anda berikan kesempatan untuk melakukan hal itu. Kalau sekiranya anda melanggarnya dan melakukan hal ini, maka anda dan dia terjatuh dalam dosa besar, dan anda tidak ada uzur dalam masalah ini. Karena mudah untuk mendapatkan cara yang gampang untuk menghilangkan rambut itu. Dengan mempergunakan alat cukur yang terkenal. Jikalau anda tidak mampu mempergunakan dengan memakai silet. Perbuatan semacam ini diperbolehkan karena terpaksa (dhorurat) karena tidak mampu bergerak, sakit, hilang ingatannya atau uzur semisal itu yang tidak memungkinkan lelaki dan wanita untuk mencukur rambut sekitar kemaluan.”
Wallahu’alam.
Dibawah ini penuturan manfaat mencukur Rabut kemaluan hasil Survey dan Peneliti :
Sebuah survei yang dilakukan detikHealth di tahun 2013 mengungkap dari 3.819 pembaca yang berpartisipasi, 738 orang mengaku tidak melakukannya sama sekali. Namun 1.668 orang lainnya mengupayakan hal ini, meskipun hanya satu bulan sekali.
Sisanya rutin mencukur rambut kemaluan dua bulan sekali (558), dua minggu sekali (426) dan tiga bulan sekali (429). Terlepas dari itu, para pakar mengingatkan kebiasaan ini tak dapat diremehkan begitu saja sebab ada lima manfaat yang bisa didapat dari rutin mencukur rambut kemaluan, seperti halnya dikutip dari Men's Health, Rabu (6/5/2015) berikut ini:
1. Lebih seksi
Tak banyak yang tahu bahwa merapikan rambut organ intim akan secara otomatis menaikkan kepercayaan diri Anda di atas ranjang. "Dari penelitian kami terungkap, mereka mengaku rajin melakukannya sebab mereka merasa lebih seksi karenanya," ungkap ketua tim peneliti, Stephen Butler, PhD.
Sebagian pria juga menganggap mencukur atau merapikan rambut kemaluan membuat alat kelaminnya lebih besar sehingga ia jadi makin percaya diri di hadapan istri.
2. Mempermudah seks oral
Menurut peneliti dari Indiana University, pria dan wanita yang rajin memangkas rambut kemaluannya dilaporkan lebih banyak mendapatkan seks oral dari pasangannya.
3. Mengurangi infeksi
Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2014 menemukan keterkaitan langsung antara kebiasaan menghilangkan rambut kemaluan dengan berkurangnya infeksi akibat gigitan kutu kemaluan (biasa disebut crabs atau kutu kepiting).
"Bila rambut kemaluan tidak lebat, mereka kesulitan menemukan tempat yang tepat untuk meletakkan telur-telur mereka, sehingga kemaluan aman dari infeksi," jelas peneliti.
3. Mengurangi infeksi
Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2014 menemukan keterkaitan langsung antara kebiasaan menghilangkan rambut kemaluan dengan berkurangnya infeksi akibat gigitan kutu kemaluan (biasa disebut crabs atau kutu kepiting).
"Bila rambut kemaluan tidak lebat, mereka kesulitan menemukan tempat yang tepat untuk meletakkan telur-telur mereka, sehingga kemaluan aman dari infeksi," jelas peneliti.
5. Lebih bersih
Sama dengan rambut di kepala, rambut kemaluan yang sering dicukur akan terasa lebih segar dan bersih. "Di samping membuat seks terasa lebih nyaman, kebiasaan ini akan menjaga higienitas di daerah kemaluan," ungkap Rossi.
Rambut kemaluan yang jarang dicukur akan mudah dihinggapi bakteri dan jamur yang menimbulkan bau tak sedap, terutama saat Anda berkeringat. Rambut kemaluan yang panjang juga menyebabkan organ intim terasa gerah.
Sumber http://www.klinikrambut.com
http://health.detik.com
http://islamqa.info
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Blog ini boleh dikomentari