Ketentuan Kami

# Cek Stock SENIN - SABTU 08.00-17.00 diatas jam 17.00 Slow Respon, hari Minggu/Libur Slow Respon

# Usahakan Pemesanan pada Posting Terbaru untuk menghindari kehabisan stock *Tidak Berlaku sistem Booking , siapa cepat dia dapat.

# Pemesanan dan Pengecekan Stock : Kirim Nama/Model Tas + Foto + Alamat lalu Kirim ke BBM : 51EF7BDE / 5E0D5C26 (ada Group & dapatkan discontnya untuk pemesanan model yang masih ada digroup), WA : 0815 4624 7771 (Pilih Salah satu)

#Pengiriman Melalui TIKI atau JNE * Barang dikirim dari BATAM *Barang dikirim 1 hari setelah transfer * Pengiriman dilakukan setiap hari jam 9.00 (SENIN-SABTU) *Kehilangan barang dalam pengiriman bukan merupakan tanggung jawab kami * Hari Minggu/Libur tidak ada pengiriman.

Posting rutin setiap hari di bbm 51EF7BDE

Untuk Pemesanan Sarang Burung Walet silahkan SMS/WA ke Nomer HP: 0815 4624 7771

Terima kasih atas kunjungannya

Ketik Pencarian

Jumat, 14 Februari 2014

Liku-Liku Rumah Tangga


Perceraian Akhir-akhir ini makin banyak terjadi, entah apa alasannya dan apa penyebabnya.
Namun demikian adanya peristiwa itu hendaknya menjadi pembelajaran bagi kaum wanita baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah.
Alasan perceraian yang saya lihat dimedia maupun lingkungan sekitar saya memang bisa dinilai miris,..ada yang karena ekonomi, perselingkuhan, anak, kekerasan dalam rumah tangga dan lain sebagainya. Sebagai seorang ibu dan istri saya merasa dalam rumah tangga itu ternyata tidak hanya ditemani kesenangan saja tetapi ternyata cobaan dan godaanpun kerap saya alami.

Salah satu contoh coba'an dalam pernikahan ketika diuji dengan keadaan ekonomi keluarga yang menurun,usaha suami mengalami kebangkrutan ditambah anak sakit & perlu biaya untuk sekolah.Bagaimana harus menjalani itu semua disaat yang bersama'an?
Curhat Kepada Orang tua? apa tanggapan mereka nanti?bukannya udah siap nikah itu artinya siap nerima susah maupun senangnya?dia itu pilihan kita, kita yang tahu watak dan karakternya kenapa begitu ada masalah orangtua kita libatkan lagi dan kita bagi kesedihan kita?Jangan lah begitu,...itu pesan suami dan salah satu komitmenku bersama suami,sebisa mungkin orangtua tahu pernikahan kita baik2 saja apalagi soal materi,mereka sudah cukup renta untuk terus kita libatkan dalam masalah kita cukuplah saat kita belum menikah saja merepotkannya,bagilah semua kebahagiaan kepada beliau2 ini. Saat kita kesulitan ekonomi jangan sesekali memberitahu kekurangan kita,cukup kita yang merasakannya saja toh Rezeki Alloh selalu mencukupkannya kepada kita,yang membuat kita sering merasa kekurangan adalah ketika kebutuhan yang kita anggap pokok ternyata itu semua hanya kebutuhan sekunder saja. dan itu yang biasanya memicu sebuah percekcokan,suami beranggapan istri banyak menuntut dan istripun beranggapan suami tidak bisa memenuhi keinginan istri, belajarlah untuk memiliki sifat Qona'ah atau menerima apa adanya sambil berusaha dan berikhtiar jangan banyak menuntut jika hal itu sepertinya sulit kita dapatkan.

Ditambah lagi seringnya masuk hasutan dari setan, yang menggoda kita ketika banyak teman yang mengajak ketemuan, entah itu temen wanita maupun laki-laki, kontan saja perasaan ini bergejolak ingin menemui mereka karena perasaan kangen. Padahal dibalik pertemuan itu hanya sedikit saja Faidah dan manfaatnya karena dari pertemuan itu hanya di dapat silaturahmi tetapi setelah itu muncul keinginan hati untuk mengikuti teman yang kita temui jika mereka ada yang memiliki sesuatu yang kita tak punya,akhirnya kita jadi memikirkan hal-hal yang kurang bermanfaat dan mengalihkan perhatian terhadap keluarga.
Dalam pertemuan itu terkadang kita juga secara gak sadar sudah mebuka rahasia/aib pasangan sendiri padahal kewajiban kita itu menutupi kekurangan pasangan kita akhirnya curhat sama teman laki-laki n berujung perasaan lain yang mungkin bia dibilang perselingkuhan. 

Kalau di ungkap satu-satu jenis godaan dan hasutan setan dalam menggoda rumah tangga rasanya gak akan cukup waktu untuk mengetiknya,
Endingnya mah saya cuma mau mengingatkan buat yang mau nikah & yang udah nikah :

  1. Pilihlah calon pasangan yang seiman, jangan pernah terpikir untuk menikah beda Agama karena jika itu terjadi dan kita sebagai muslim pernikahan tersebut haram dan termasuk Zina  Naudzubillah min dzalik.
  2. Niat Menikah karena ibadah karena kalau niatnya tulus ikhlas untuk ibadah Insya Allah akan langgeng.
  3. Jika sudah menikah, cobalah untuk menerima kekurangan pasangan kita, hilangkan perasaan bosan & penilaian yang kurang baik tentang pasangan kita apalagi kalau kita baru tahu bagaimana saat pasangan kita marah, janganlah menimpalinya biarkan dulu dia menumpahkan amarah omongannya baru setelah reda boleh membela diri atau menimpali karena saat orang marah dibalas dengan kemarahan juga yang ada pasti tambah emosi.
  4. Jangan menceritakan kejelekan pasangan pada siapapun, simpanlah dalam hati,curhatkan semua unek-unek, kekesalan atau mungkin penderitaan kita hanya kepada Alloh, karena Alloh tempat pemberi solusi segala masalah berharaplah dari kesabaran dan ketegaran kita akan mendapat pahala.
  5. Jika ada waktu dalam keadaan yang baik jangan sungkan untuk membicarakan masalah pada pasangan kita.
  6. Jangan mengungkit-ungkit kesalahan dimasa yang lalu,karena akan menimbulkan perasaan yang kurang baik dan cenderung akan menimbulkan perasaan dihakimi,kasihanilah pasangan kita.
  7. Terus berusaha untuk mengikuti kemauan pasangan jika mampu kita melakukannya asal jangan melanggar hukum agama.
  8. Peliharalah rasa kasih sayang karena itu hal penting dalam berumah tangga, tanamkan rasa memiliki maka kita akan selalu menjaganya, jagalah rasa sayang karenanya kita akan selalu menginginkannya dan tak ingin kehilangannya begitupun sebaliknya.
  9.  Jagalah selalu perasaan pasangan kita.
  10.  Bersabar jika diuji oleh Alloh SWT.
  11. Selalu berdoa agar menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah & Warohmah. Aamiin.
Malah Nabi menyatakan dengan tegas bahwa siapapun yang bisa menjalani hidup sabar atas penderitaanya dalam rumah tangga, maka ia akan diberi pahala surga, sebagaimana Asiyah istri Fir'aun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog ini boleh dikomentari